Wall

Katanya udah mau lulus
tapi kok masih bicara di belakang seperti ini
ckck +.+ !

Langsung aja ya
gue nggak suka begini caranya!
gue ini pihak netral
dan gue nggak suka Teman Makan Teman
apaan tuh?
baik-baik di depan
tapi dibelakang dijelek-jelekin
gue sih ngangguk aja, iya aja, ho-oh aja
apa kata lo deh

sumpah gue makasih banget sama semua orang
karena semua temen gue baik ke gue
nggak ada yg melirik gue secara sinis
atau menjulurkan lidah saat gue berbalik ke belakang

tapi kenapa 'temen gue' dan 'temen gue' perang dingin?
hey, kalian semua temen gue!
gue tau, ini semua bukan tentang gue
ini tentang kekurangan pihak lawan atau apa sebutan kalian
si A nggak suka dengan si B
si B nggak suka dengan si A
si A dan B nggak suka dengan C
si A, B, C nggak suka dengan D
WTF
kalian semua temen gue
dan gue nggak akan membenci kalian
gue nggak tersakiti, gue nggak dilukai
gue akan selamanya menjadi temen kalian
tapi gue nggak suka kelompok-kelompok kalian berbicara di belakang
ya, gue ada di sana juga
gue juga masuk dalam kelompok-kelompok itu
ngegosipin orang dengan kata-kata kotor
gue juga napsu kalau ngomongin orang
berasa gue nggak ada dosa gitu wakakak
tapi hati kecil gue teriak
"aish, cover malaikat isinya dedemit"

sadar atau nggak
tapi kalian semakin terpisah
gue makin merasa bahagianya kelas delapan

sekarang
saling berbisik "eh, dia kaya jablay, masa dia blaaa.."
gue cuma jawab "oh iya tuh jablay"
emang kaya jablay kok
tapi walaupun gue merasa begitu
gue nggak pernah ngomongin dia ke orang lain yang nggak tau apa-apa
seolah menyebar luaskan bahwa dia jablay
dan nggak ada manusia yg lebih jablay dari dia
biar jablay gue nggak benci kok
yang jablay kan dia, nggak ada sangkut pautnya sama gue

atau berbisik "lo nggak jijik apa ngeliat orang kaya gitu?"
gue jawab "iya sih"
tapi jawaban gue itu cuma sebagai tameng
seolah gue cuma ingin tetap ada di sisi kalian
setuju dengan apa yang kalian katakan
padahal gue nggak tau apa-apa

gue takut kehilangan temen
gue takut nggak punya temen
gue nggak mau dibicarain di belakang
padahal gue juga sering ngomongin orang di belakang
pas gue duduk di kelompok itu dan mereka membicarakan seseorang
mereka membencinya seperti permen karet yang menempel di sepatu
gue cuma "iya" tapi gue nggak ikut membenci orang itu
kenapa sih nggak dimaafin aja?

ada tembok di antara kita
ada tembok di antara temen-temen gue
gue harusnya memusnahkan tembok itu
tapi aku tak bisa sendiri
aku juga butuh temen

pas gue kelar mandi tadi
anak-anak lagi main UNO
bahagia gue klo ngeliat kumpul begitu
tembok itu menghilang
tapi saat kalian terpisah bersama teman main masing-masing
gue denger, entah pada sadar atau nggak
tapi tembok itu kembali terbangun

gue mau jujur ya
kalau gue bete
cuma satu nomor yang bisa gue smsin
Bapakbabi
gue kehilangan temen-temen gue yang banyak itu
seolah temen gue cuma satu
seperti di dunia yang berbeda~
yang mereka tau dan tidak gue ketahui
lalu gue merasa asing
jadi gue menetap pada tingkah sok imut gue
gue bisa bersama mereka tanpa awkward

bisa kan kita bersatu lagi?

Comments