Tegami Bunsho
30 April 2010
Sahabat, maafkan aku karena baru sempat membalas kiasanmu sekarang. Kau dan aku mengetahui kalau belum lama ini kita melaksanakan rentetan ujian sekolah dan kita telah menyelesaikannya.
Kembali ke topik.
Ya. genap ganjil mengingatkan ku kepada barisan dan deret. Entah apa hubungannya tapi aku yakin betul pasti ada. Hmm.... kurasa sahabatku yang ini sedang ingin merasakan kembali dimiliki oleh seseorang ya? Kulihat dari postinganmu. Kamu menginginkan seseorang yang menanyakan kembali keadaanmu, melindungimu, memberikan kata-kata manis menggelikan yang membuatmu melayang, mengucapkan selamat pagi dan selamat tidur kepadamu, menemanimu sepulang sekolah, mengajarimu untuk menjaga diri dan lain-lain.
Kamu akan menemukan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Kamu pasti tahu siapa yang aku maksud haha coba ceritakan padaku seperti waktu itu. Waktu itu kita saling bercerita tentang ingin pacaran hahaha cukup memalukan -__- tapi aku juga merasakan apa yang kau rasakan kok :D cepat atau lambat kamu pasti akan mendapatkan yang baik. ada kalanya aku merindukan ---- huehehehehe kamu tahu siapa.
Aku senang mengetahui kamu ada, aku harap sebaliknya.Tentu saja aku akan senang jika kamu senang. Aku mau terus mengetik mengenakan keyboard setua dan seusang apapun untuk membalasmu. Mengapa? Karena aku tak pernah merasa rugi melakukan ini denganmu. Malahan aku selalu beruntung mendapat balasanmu yang begitu banyak maknanya.
au revoir,
Anita.
2 Mei 2010
Cieeeee~~
Biarkan aku mengatakannya secara informal
ciee, ciee
Anit nggak tau kan akhirnya hari itu datang juga, kekekeke
Berdebar ya?
Setiap Anit ditembak, aku tak pernah ada di samping Anit
tapi ada atau tidaknya aku, yang kali ini aku yakin bisa bertahan sangat lama
kalian harus satu sekolah lagi ya, harus bertahan setidaknya satu tahun
ini sugesti
seperti biasanya
setiap aku membalas suratmu, aku tidak pernah memikirkan hal apa yang akan aku tulis sebelumnya. Aku membaca suratmu lagi dan lagi, lalu memikirkan kalimat yang tepat dan akhirnya timbul kalimat yang sebenarnya tidak terlalu penting. Itu karena aku belum bisa menata kalimat secara efektif. Aku akan berusaha lebih baik.
soal pacar yang kamu katakan, aku mulai berpikir tentang "kakak-adik yang terlihat seperti orang yang berpacaran" atau "sahabat yang tampak sebagai kekasih". Aku tak terlalu mengerti, karena kupikir jika bisa berpacaran kenapa harus berkakak adik atau bersahabat namun sudah lebih dari batasan normal? Memang apa bedanya? Apakah karena terlanjur mengetahui baik buruknya orang itu? Justru kalau sudah mengenal dengan baik, bukannya kita bisa lebih apa adanya dan berterus terang.
Yak sekian
Kita akan terus bersurat seperti ini hingga masing-masing memiliki anak dan cucu
kekeke~
Comments
Post a Comment
Write after you read>>