For Us
28 Februari 2010, 7:43 am
Permintaan maafmu diterima. Sebenarnya tidak perlu juga meminta maaf untuk hal seperti itu. Satu hal lagi yang ku ambil dari perlakuanmu. Air yang jernih akan terus jernih bila terus dijaga dan dibersihkan. Seperti hal nya kamu menjaga persahabatan kita.
Aku juga harus meminta maaf kepadamu. Kemarin aku sempat membuat mu menjadi ayam yang kehilangan induknya. Aku tahu kamu kebingungan di seberang sana mendengar suara tangis ku melalui telepon genggam. Tangis ku meledak begitu mengingat kamu adalah sahabat terbaikku. Sahabat yang telah kumiliki semasa duduk di sekolah dasar. Mataku tak dapat menahan untuk tidak menjatuhkan bulir-bulir air yang terjun dengan deras dari kelopaknya.
Saat itu, aku baru sadar, kau lebih kuat dari apapun yang pernah kubayangkan. Lebih kuat dari segala yang pernah aku kenal. Aku benar-benar membutuhkanmu. Seseorang yang tidak mudah dijatuhkan, bukan karena sombong, tapi karena kuatnya hatimu. Maaf aku hanya mengatakan "gue sayang banget sama lo, om". Karena hanya kalimat itu yang dapat kukatakan. Selebihnya tidak. Tidak bisa. Aku sudah tahu perihal ayahmu dirawat di RSCM. Aku turut prihatin.
Kekuatan hatimu pun sedang diuji. Itu juga yang membuatku menangis begitu kencang ketika meneleponmu. Aku tak sanggup membayangkan jika aku berada di posisimu. Jika aku adalah kamu, aku mungkin sudah menangis dan menganggap dunia ini tidak adil. Aku mungkin akan mengutuk tuhan yang menciptakanku, tapi kamu dan aku berbeda. Amat sangat jauh berbeda. Aku selalu suka perbedaan itu, karena kamu selalu memberikan contoh yang baik untuk mengubah perbedaan itu menjadi sama. Jujur, sekarang aku sangat ingin menangis dalam rangkulan mu.
Maaf ya suratku kali ini terlalu panjang. Aku percaya apa yang kamu katakan, jika kita berpegangan tangan cahaya itu semakin terang. Percaya. Jagalah dirimu baik-baik, sebaik kau menjaga persahabatanmu :)
regards,
Anita of AI
2 Maret 2010
Anit tahukah kamu, Perbedaan antara orang yang rajin belajar dan mempunyai pacar dengan orang yang malas belajar dan tak mempunyai pacar?
salah satu perbedaannya adalah orang yang malas belajar dan tak punya pacar adalah rajin menulis di blognya tiap hari, haha.
tapi aku, sungguh, aku tak pernah bosan menulis dan memencet keyboard tua ini untuk memperbarui blog, memberitahukan secara tidak langsung pada pembaca bahwa aku disini, aku ada.
Ujian ini,cobaan ini, aku percaya dan yakin Tuhan itu ada,Dia tak akan tidur. Dalam berbagai dosa yang kupahat,meruntuhkan dinding taqwa,hilangnya sistem rohani jiwa, tapi Allah Maha Penyayang, Ia masih membiarkan aku hidup. Ia masih membiarkan kita hidup dan bisa tersenyum.
Syukurilah, selama mata ini masih bisa terbuka, mulut ini bisa memohon pada-Nya akan segala harapan kita. Dan kini, aku berharap, aku tak akan kehilangan segala nikmat yang telah Dia berikan. Kebahagiaan ini, semoga akan terus mengelilingi kita. Bukan hanya aku dan kamu, tapi bagi semua orang yang kita sayang.
Kamu awal
Aku satu
Kamu dua
Lalu aku tiga
Dan kamu empat
Sekarang aku lima
Selanjutnya kamu enam
Mengertikah?
Kita akan selalu melengkapi, antara ganjil dan genap yang tak terpisahkan.
Setelah ganjil, ada genap, lalu ganjil lagi, kemudian genap
tak terhingga
selamanya
untuk kita~
Permintaan maafmu diterima. Sebenarnya tidak perlu juga meminta maaf untuk hal seperti itu. Satu hal lagi yang ku ambil dari perlakuanmu. Air yang jernih akan terus jernih bila terus dijaga dan dibersihkan. Seperti hal nya kamu menjaga persahabatan kita.
Aku juga harus meminta maaf kepadamu. Kemarin aku sempat membuat mu menjadi ayam yang kehilangan induknya. Aku tahu kamu kebingungan di seberang sana mendengar suara tangis ku melalui telepon genggam. Tangis ku meledak begitu mengingat kamu adalah sahabat terbaikku. Sahabat yang telah kumiliki semasa duduk di sekolah dasar. Mataku tak dapat menahan untuk tidak menjatuhkan bulir-bulir air yang terjun dengan deras dari kelopaknya.
Saat itu, aku baru sadar, kau lebih kuat dari apapun yang pernah kubayangkan. Lebih kuat dari segala yang pernah aku kenal. Aku benar-benar membutuhkanmu. Seseorang yang tidak mudah dijatuhkan, bukan karena sombong, tapi karena kuatnya hatimu. Maaf aku hanya mengatakan "gue sayang banget sama lo, om". Karena hanya kalimat itu yang dapat kukatakan. Selebihnya tidak. Tidak bisa. Aku sudah tahu perihal ayahmu dirawat di RSCM. Aku turut prihatin.
Kekuatan hatimu pun sedang diuji. Itu juga yang membuatku menangis begitu kencang ketika meneleponmu. Aku tak sanggup membayangkan jika aku berada di posisimu. Jika aku adalah kamu, aku mungkin sudah menangis dan menganggap dunia ini tidak adil. Aku mungkin akan mengutuk tuhan yang menciptakanku, tapi kamu dan aku berbeda. Amat sangat jauh berbeda. Aku selalu suka perbedaan itu, karena kamu selalu memberikan contoh yang baik untuk mengubah perbedaan itu menjadi sama. Jujur, sekarang aku sangat ingin menangis dalam rangkulan mu.
Maaf ya suratku kali ini terlalu panjang. Aku percaya apa yang kamu katakan, jika kita berpegangan tangan cahaya itu semakin terang. Percaya. Jagalah dirimu baik-baik, sebaik kau menjaga persahabatanmu :)
regards,
Anita of AI
2 Maret 2010
Anit tahukah kamu, Perbedaan antara orang yang rajin belajar dan mempunyai pacar dengan orang yang malas belajar dan tak mempunyai pacar?
salah satu perbedaannya adalah orang yang malas belajar dan tak punya pacar adalah rajin menulis di blognya tiap hari, haha.
tapi aku, sungguh, aku tak pernah bosan menulis dan memencet keyboard tua ini untuk memperbarui blog, memberitahukan secara tidak langsung pada pembaca bahwa aku disini, aku ada.
Ujian ini,cobaan ini, aku percaya dan yakin Tuhan itu ada,Dia tak akan tidur. Dalam berbagai dosa yang kupahat,meruntuhkan dinding taqwa,hilangnya sistem rohani jiwa, tapi Allah Maha Penyayang, Ia masih membiarkan aku hidup. Ia masih membiarkan kita hidup dan bisa tersenyum.
Syukurilah, selama mata ini masih bisa terbuka, mulut ini bisa memohon pada-Nya akan segala harapan kita. Dan kini, aku berharap, aku tak akan kehilangan segala nikmat yang telah Dia berikan. Kebahagiaan ini, semoga akan terus mengelilingi kita. Bukan hanya aku dan kamu, tapi bagi semua orang yang kita sayang.
Kamu awal
Aku satu
Kamu dua
Lalu aku tiga
Dan kamu empat
Sekarang aku lima
Selanjutnya kamu enam
Mengertikah?
Kita akan selalu melengkapi, antara ganjil dan genap yang tak terpisahkan.
Setelah ganjil, ada genap, lalu ganjil lagi, kemudian genap
tak terhingga
selamanya
untuk kita~
Comments
Post a Comment
Write after you read>>