Tanpa Pamrih

 Aku mencintaimu tanpa pamrih.

Kisah cintaku tidak berbeda dengan cinta seorang gadis muda pada pria idolanya di Korea atau di Amerika, yang dicintai juga oleh jutaan gadis lainnya di seluruh dunia.

Namun kamu tidak seterkenal itu, yang jatuh hati padamu mungkin ada sepuluh, yang akhirnya patah hati ada lima, sisanya menyimpan dalam diam, dan salah satunya menjadi kekasihmu.

Dahulu aku sangat membenci diriku yang mencintaimu, aku merasa sangat menyedihkan.

Tapi sekarang tidak lagi.

Aku mencintai perasaanku sendiri, dan mencintai perasaanku kepadamu yang tidak kunjung hilang.

Tidak apa-apa aku mencintaimu begini.

Aku tidak melanggar norma apa-apa.

Aku tidak menyakiti siapa-siapa.

Aku hanya mencintaimu tanpa pamrih.

Bagaimana mungkin cinta yang seperti ini menyedihkan, karena cinta yang penuh ambisi justru lebih menyakitkan jika tak terwujud.

Cinta tanpa ambisi tidak akan menyakiti siapa pun, aku pun sudah tidak sakit lagi.

Jadi kamu jangan khawatir, dan jangan merasa terbebani.

Seandainya kamu mengetahuinya suatu saat nanti, cukuplah kamu mensyukuri hidupmu lebih banyak, bahwa ada yang mencintaimu dengan sangat bahkan di saat kamu tidak, ada yang mengagumi bahkan di saat kamu kecewa pada dirimu, dan ada yang mendoakan kebaikan untukmu di saat kamu lupa.

Kamu boleh punya kekasih, istri, keluarga, tapi mereka akan kecewa jika kamu tidak mencintai mereka juga, namun aku tidak.

Comments