Hai kamu
Ada orang yang terlalu memikirkan perasaan orang lain sehingga tidak bisa mengutarakan perasaannya sendiri lewat kata-kata.
Ada orang yang terlalu banyak berkata-kata sehingga tidak sempat memikirkan perasaan orang lain.
Ada orang yang terlalu kikuk sehingga kata-kata yang diutarakan tidak mewakili perasaannya sendiri.
Ada orang yang memilih menulis seperti aku, berjudi dengan waktu, entah kapan orang yang dituju membaca pesan ini, atau tidak sama sekali.
Tapi jika kamu membaca ini, kamu akan tahu bahwa ini untuk kamu, karena dari awal pun alasanku menulis adalah kamu.
Kamu adalah sesuatu yang tidak dapat aku miliki, bahkan saat kita bersama, karena kamu diperuntukkan Tuhan untuk sesuatu yang lebih besar dariku.
Karena keegoisanku untuk memilikimu, aku hanya akan menyakiti banyak orang, bahkan dirimu sendiri.
Kamu bilang bahwa aku boleh egois untuk kebahagiaanku sendiri.
Tapi bagaimana bisa aku bahagia jika aku menjadi penyebab orang lain terluka?
Orang-orang yang terlalu menyayangiku ini setidaknya tidak perlu merasakan sakit hati seperti yang aku rasakan.
Kamu bilang kamu ingin aku bahagia.
Namun kebahagiaan itu begitu relatif sehingga aku pun kebingungan dalam definisinya.
Jika aku hanya dapat jujur dalam satu hari, maka hari itu aku menutup mataku pada kenyataan dan kembali ke masa dimana masih ada kita.
Tapi jangan khawatir, tentunya aku akan baik-baik saja.
Aku tidak akan mati, ataupun menangis terlalu lama.
Karena ini adalah jalan yang aku pilih sendiri, dan aku tidak akan menyesalinya.
Jika aku kesusahan suatu saat nanti, itu merupakan tanggung jawabku sendiri, dan aku akan menghadapinya dengan lapang dada.
Mungkin aku memang butuh waktu beberapa tahun lagi untuk melihatmu seperti biasa seperti melihat orang lain.
Tidak apa-apa, biar aku saja yg mengatasinya.
Sekali lagi, aku akan menghadapinya dengan lapang dada.
Ini mungkin bodoh, tapi jika aku bisa menyimpan semua rasa ini di kehidupan berikutnya, aku akan mencarimu dan memulai semuanya dari awal.
Jadi, kuharap kamu menungguku di kehidupan itu.
Dan jangan pergi lagi.
Comments
Post a Comment
Write after you read>>