Yarn
Okkeh
hari ini gue mau nulis ff (lagi)
baiklah!
kita mulai ya~
----------------------------------------
Yarn
it's about Hanchul~
(sebenernya ga ada ide buat nyari nama, makanya pake Hanchul aja)
*Heechul disini adalah perempuan
**gue mau berhenti ngebuat ff yaoi
***ff berikut adlh ff stright
****sekali lagi,disini Heechul adalah perempuan
"ini yang ketiga kalinya,"ujar Hankyung kepadaku "bukannya aku mengekangmu"
"tapi Jay itu sudah seperti adikku sendiri,Kyung"kataku
Aku jelaskan dulu, aku dan Hankyung sudah menjalalin hubungan selama 1 thn
menurutku itu bukanlah waktu yang singkat
dan seharusnya Hankyung lebih mempercayaiku
perkaranya dimulai ketika aku diterima kerja disebuah kafe
aku tak mau terus bergantung pada Hankyung
aku ingin mempunyai penghasilan sendiri
walaupun gajinya tidak seberapa, namun aku bangga sekali
bagaimana pun ini adalah hasil jerih payahku sendiri
tak disangka, Jay, temanku semasa SMA juga bekerja di kafe itu
dia bertugas melayani pembeli sedangkan aku hanya pencuci piring
pertemuan kami tersebut ternyata membuat Hankyung cemburu
menurutku, ia tidak sepantasnya cemburu
walaupun dia kekasihku, namun aku lebih mengenal Jay daripada dia
bukannya aku membandingkan, tapi Jay sudah mengenalku lebih dulu daripada Hankyung
seminggu yang lalu, aku pulang bersama Jay
kami bergandengan tangan, seperti yang biasa kami lakukan semasa SMA
aku tidak menyukainya, sungguh!
namun, setiap kali ia menggenggam tanganku
ada perasaan yang menghalangiku untuk melepasnya
jadi kubiarkan saya, kami bergandengan tangan hingga stasiun
waktu itu hujan, jadi kami berjalan berdampingan di bawah satu payung
tak disangka, Hankyung menjemputku di stasiun
ia melihat kami dan ia sangat marah
dia tidak mengenal Jay dan dia tidak terima Jay begitu akrab denganku
jadi tanpa meminta penjelasanku, Hankyung langsung memukul Jay
waktu itu aku berteriak "Hentikan Hankyung! Jay tidak salah apa-apa!"
"jika ini bukan salahnya,lantas ini salahmu?"tanya Hankyung gusar
"tidak,tak ada yang salah disini"ujarku
"menurutmu,aku yang salah? begitu?"Hankyung masih emosi
"kubilang tak ada yang salah,begitu pula kamu"jawabku
lalu kucium bibirnya perlahan namun cepat
membuat orang-orang di stasiun menoleh pada kami sesaat
aku tersenyum menatap Hankyung dan Jay
"Hankyung,ini Jay, temanku semasa SMA dan sekarang kami satu tempat kerja"
Jay tersenyum memaklumi lalu menunduk memberi salam pada Hankyung
"Jay,ini Hankyung yang sering aku ceritakan,dia kekasihku"
Hankyung pun tersenyum, walaupun dipaksakan
setelah kejadian itu
sepertinya Hankyung jadi lebih memonitori kami
sebenarnya aku merasa agak risih
tapi kubiarkan saja selama hal ini tidak menggangguku
Jay ini benar-benar pintar
jika bertanya mengapa ia hanya mendapat pekerjaan sebagai pegawai kafe
sebenarnya dia masih melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi
sedangkan aku belum lulus universitas
langsung bertemu Hankyung dan, yah, seperti inilah sekarang
kuliahku tidak kulanjutkan
Hankyung sendiri meneruskan perusahaan keluarganya
Jay sebenarnya lebih muda satu tahun dariku
tapi dia ikut kelas akselerasi sewaktu SMP
jadi kami pun sekelas selama 3 thn selama SMA
kami tidak pernah pacaran dan aku juga tak pernah jatuh cinta padanya
Jay sendiri selama SMA puluhan kali ganti pacar
dia memang tampan dan dia tidak tega menolak perempuan
lalu 3 hari yang lalu
sepatuku rusak
solnya terbuka
mungkin karena kupakai saat aku mencuci piring
jadi ia selalu basah dan lemnya mengelupas
tapi aku sunggguh tak punya uang hari itu
tanggal tua, aku belum gajian
lalu kupinjam lem kertas yang memang selalu ada di meja kasir
lem itu biasa digunakan untuk mengelem bon atau pesanan pelanggan
ketika sedang mengelem sepatu, Jay melihatku
"sedang apa?"tanyanya
"mengelem sepatuku"jawabku
lalu ia tertawa dan lansung menarik tanganku
"mau kemana?"tanyaku
"mau kemana lagi? tentu saja toko sepatu!"
"tapi ini jam kerja!"sergahku menghentikan langkahnya
"sebentar saja"ujarnya tak peduli,ia ttp menarik tanganku
"Jay!"aku agak berteriak
"apa sih?"Jay mulai tak sabar
"aku tak punya uang!"
Jay menghentikan langkahnya dan melepaskan tanganku
ia berbalik dan menatapku lembut
seolah ia berkata agar aku tenang saja
aku ingin sekali memeluknya waktu itu
namun wajah hankyung berpatroli dibenakku
aku hanya membalasnya dengan senyuman
jadi, aku menurut dan kami pun membeli sepatu
dan dia membelikanku sepatu yang benar-benar cantik
aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada sepatu itu
warnanya hitam dengan polkadot lembut berwarna warni
pink,biru muda,hijau muda dan kuning
style yang simple
namun sungguh, aku menyukainya sekali
kulihat harganya lalu tersenyum
"aku mau yang ini,Jay. Boleh kan?"ujarku
dia menggeleng
"ini kan sepatu murahan"bisiknya
aku agak kecewa mendengar ucapan Jay
dia terus memilihkanku sepatu dg harga yg lebih mahal
apa salahnya dg sepatu murahan?
kenapa harus cari yang mahal jika ada yang murah dan bagus?
namun aku tahu diri, bagaimana pun Jay yang membelikanku
akhirnya sampailah ia pada satu pilihan
sepatu yang benar-benar mewah
aku tak mungkin memakainya ke tempat kerja
sepatu ini lebih baik untuk pergi ke pesta
"tidak tidak,bukan ini yang kucari"ujarku
"percayalah,ini bagus sekali"kata Jay
"aku tahu ini bagus,tapi terlalu bagus"
"memangnya kenapa?"
"aku mencari sepatu santai,bukan sepatu pesta"
"itu bukan masalah"ujar Jay
ia tetap tersenyum
dan tanpa menunggu jawabanku
ia membelikan sepatu itu untukku
masalahnya bukan pada sepatu itu
sepatu warna putih dengan pita pink yang anggun
namun masalahnya adalah ketika Hankyung mendapatiku mengenakan sepatu itu
"dari Jay?"tanyanya
"iya,dia membelikanku sepatu ini"jawabku
kening Hankyung berkerut,terlihat sekali ia tak menyukainya
"kalau hanya sepatu,kamu bisa memintanya padaku kan?"
"aku tahu,tapi kamu tak ada saat itu,saat sepatuku yang lama rusak"jawabku
lalu dia menceramahiku mengenai cinta dan kasih sayang
ia merasa tak dihargai
aku tak mengerti mengapa dia jadi begini?
kenapa Hankyung dimataku tak lagi seperti dulu?
dia jadi sangat sensitif
dan aku tak suka
"aku tak mau kejadian seperti ini terulang lagi"ujar Hankyung diakhir pidatonya
aku hanya mengangguk pelan
aku jadi bosan,perlukah kuakhiri hubungan kami?
ah,jangan! aku masih menyayangi Hankyung!
kurasa ia hanya cemburu
nah,perkara terakhir adalah yang kemarin
ketika Hankyung yang ternyata sejak 2 hari yang lalu membuntutiku
melihat Jay memelukku dari belakang
lalu aku tertawa dan malah memeluknya juga
tapi percayalah! kami hanya bermain!
tak ada perasaan apa-apa diantara kami!
namun kurasa Hankyung tak dapat diam lagi
ia langsung datang menonjok Jay hingga hidungnya berdarah
saat ini kami sedang berkelahi
saling mengadukan argumen
"aku tahu kamu jatuh cinta pada Jay!"tegas Hankyung
"sudah kubilang kan,aku menganggap dia adikku!"
"aku dan kakakku saja tak pernah seperti kamu dan Jay!"
"tapi aku memperlakukan Jay sama seperti memperlakukan kakakku,kami seperti saudara,Kyung. Ini tak ada hubungannya dengan cinta"jelasku
"Tidak ada hubungannya dengan cinta? lalu bagaimana denganku? kekasihmu ini? apa kamu tdk mencintaiku lagi?"tanya Hankyung
aku menatap Hankyung dan terdiam,mencari kesungguhan diantara kata-katanya
"Aku tentu saja mencintaimu, bodoh"kataku bergetar
kini Hankyung yang terdiam, ia menatapku lekat-lekat
"kenapa kamu menanyakan hal itu,kyung? apa kamu pikir aku tdk mencintaimu lagi?"tanyaku, berusaha utk membuat pertahanan terhadap gemuruh di dada
"aku tau, aku bukan mempertanyakan itu"ujar Hankyung datar, tanpa emosi sedikit pun
aku memalingkan wajahku dari tatapan Hankyung, membendung cairan hangat dipelupuk mata
"aku bertanya, apakah cintamu itu terbagi? antara aku dan Jay?"tanyanya
"kalau iya,kenapa?"aku balik tanya,kali ini dengan suara yang lantang
"jangan dekati Jay lagi"kata Hankyung seraya menggenggam tanganku
aku melepaskan tangannya dan berkata
"jika itu artinya kamu akan membuatku menjauhinya,lebih baik kita akhiri saja hubungan tak berguna ini"
aku menatap bola mata Hankyung yang membesar ketika mendengar ucapanku
kemudian dia menghela nafas
kubiarkan air mata meleleh dipipiku
aku tidak mengusapnya sama sekali
"Heechul-ah,"ujar Hankyung"kamu bodoh sekali"
lalu ia mendekatkan tubuhnya ke arahku
bila aku tidak menggertaknya seperti ini
pertengkaran kami tak akan ada habisnya
tapi aku tau kami saling mencintai
dia tak mungkin berani memutuskan hubungan
Hankyung mengelus rambutnya dan membiarkanku menyender di pundaknya
tangisku mereda
lalu Hankyung merunduk agar sejajar dengan wajahku
senyumannya penuh rahasia
aku tak dapat menebak ekspresi saat ia mencium bibirku lembut
tanpa perlawan, kubiarkan ia melumat bibirku
menggigitnya dengan nakal
aku melingkarkan tanganku di pinggangnya
namun seketika ia melepaskan ciumannya dan menatapku serius
"jika menurutmu itu yang terbaik,kita memang harus mengakhiri hubungan ini"ujarnya
"kyung?"
"berjanjilah untuk tidak menangis lagi"bisik Hankyung pelan ditelingaku
"Hannie-ah! aku tidak.."
Hankyung pergi meninggalkanku
dengan langkah cepat ia sudah menghilang dari pandanganku
"Hankyung,"bisikku
air mataku mengalir lagi
"aku tadi tidak serius ingin memutuskan hubungan kita,kamu bodoh sekali
lebih bodoh dari aku"gumamku
Yah
jadi mulai hari ini
statusku single
rasanya sungguh berbeda
tak ada lagi deringan telepon dan sms
tak ada rayuan kuno yang membuatku tersenyum
panggilan manja itu "chulie-ah,pabbo ya"
aku kehilangan sesuatu yang hangat dalam mimpiku
Hankyung,kamu salah mengerti
haruskah kujelaskan dari awal?
si bodoh ini membuat hidupku tak tenang
aku tidak mau,ciuman kemarin itu menjadi ciuman terakhir kami
namun aku tetap harus pergi kerja dulu
pulang kerja,aku akan langsung menemui Hankyung
"annyeong Heechul-sshi!"sapa Jay seperti biasa
aku tersenyum dipaksakan
"wajahmu agak pucat,ada apa?"tanyanya
"anniyo"aku mengelak
"bohong kan? pasti ada apa-apa, masalah Hankyung lagi?"selidik Jay
"aku malas membicarakannya,Jay"kataku
"dia marah karena kemarin ya? mianhaeyo"
aku meletakkan tasku dan berhenti sejenak
"aku sudah putus dengan Hankyung"ujarku pada Jay
"mwo?!"
"kurasa dia memang agak keterlaluan akhir-akhir ini"
"ne,aku tdk tau harus senang atau sedih"
"tentu saja sanang! hidupku kini lebih bebas kan?" ujarku
Jay mengangguk lalu tersenyum padaku
walaupun aku berkata begini
sebenarnya dihati ini ada yang mengganjal
Mianhae Kyung~
tbc
hari ini gue mau nulis ff (lagi)
baiklah!
kita mulai ya~
----------------------------------------
Yarn
it's about Hanchul~
(sebenernya ga ada ide buat nyari nama, makanya pake Hanchul aja)
*Heechul disini adalah perempuan
**gue mau berhenti ngebuat ff yaoi
***ff berikut adlh ff stright
****sekali lagi,disini Heechul adalah perempuan
"ini yang ketiga kalinya,"ujar Hankyung kepadaku "bukannya aku mengekangmu"
"tapi Jay itu sudah seperti adikku sendiri,Kyung"kataku
Aku jelaskan dulu, aku dan Hankyung sudah menjalalin hubungan selama 1 thn
menurutku itu bukanlah waktu yang singkat
dan seharusnya Hankyung lebih mempercayaiku
perkaranya dimulai ketika aku diterima kerja disebuah kafe
aku tak mau terus bergantung pada Hankyung
aku ingin mempunyai penghasilan sendiri
walaupun gajinya tidak seberapa, namun aku bangga sekali
bagaimana pun ini adalah hasil jerih payahku sendiri
tak disangka, Jay, temanku semasa SMA juga bekerja di kafe itu
dia bertugas melayani pembeli sedangkan aku hanya pencuci piring
pertemuan kami tersebut ternyata membuat Hankyung cemburu
menurutku, ia tidak sepantasnya cemburu
walaupun dia kekasihku, namun aku lebih mengenal Jay daripada dia
bukannya aku membandingkan, tapi Jay sudah mengenalku lebih dulu daripada Hankyung
seminggu yang lalu, aku pulang bersama Jay
kami bergandengan tangan, seperti yang biasa kami lakukan semasa SMA
aku tidak menyukainya, sungguh!
namun, setiap kali ia menggenggam tanganku
ada perasaan yang menghalangiku untuk melepasnya
jadi kubiarkan saya, kami bergandengan tangan hingga stasiun
waktu itu hujan, jadi kami berjalan berdampingan di bawah satu payung
tak disangka, Hankyung menjemputku di stasiun
ia melihat kami dan ia sangat marah
dia tidak mengenal Jay dan dia tidak terima Jay begitu akrab denganku
jadi tanpa meminta penjelasanku, Hankyung langsung memukul Jay
waktu itu aku berteriak "Hentikan Hankyung! Jay tidak salah apa-apa!"
"jika ini bukan salahnya,lantas ini salahmu?"tanya Hankyung gusar
"tidak,tak ada yang salah disini"ujarku
"menurutmu,aku yang salah? begitu?"Hankyung masih emosi
"kubilang tak ada yang salah,begitu pula kamu"jawabku
lalu kucium bibirnya perlahan namun cepat
membuat orang-orang di stasiun menoleh pada kami sesaat
aku tersenyum menatap Hankyung dan Jay
"Hankyung,ini Jay, temanku semasa SMA dan sekarang kami satu tempat kerja"
Jay tersenyum memaklumi lalu menunduk memberi salam pada Hankyung
"Jay,ini Hankyung yang sering aku ceritakan,dia kekasihku"
Hankyung pun tersenyum, walaupun dipaksakan
setelah kejadian itu
sepertinya Hankyung jadi lebih memonitori kami
sebenarnya aku merasa agak risih
tapi kubiarkan saja selama hal ini tidak menggangguku
Jay ini benar-benar pintar
jika bertanya mengapa ia hanya mendapat pekerjaan sebagai pegawai kafe
sebenarnya dia masih melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi
sedangkan aku belum lulus universitas
langsung bertemu Hankyung dan, yah, seperti inilah sekarang
kuliahku tidak kulanjutkan
Hankyung sendiri meneruskan perusahaan keluarganya
Jay sebenarnya lebih muda satu tahun dariku
tapi dia ikut kelas akselerasi sewaktu SMP
jadi kami pun sekelas selama 3 thn selama SMA
kami tidak pernah pacaran dan aku juga tak pernah jatuh cinta padanya
Jay sendiri selama SMA puluhan kali ganti pacar
dia memang tampan dan dia tidak tega menolak perempuan
lalu 3 hari yang lalu
sepatuku rusak
solnya terbuka
mungkin karena kupakai saat aku mencuci piring
jadi ia selalu basah dan lemnya mengelupas
tapi aku sunggguh tak punya uang hari itu
tanggal tua, aku belum gajian
lalu kupinjam lem kertas yang memang selalu ada di meja kasir
lem itu biasa digunakan untuk mengelem bon atau pesanan pelanggan
ketika sedang mengelem sepatu, Jay melihatku
"sedang apa?"tanyanya
"mengelem sepatuku"jawabku
lalu ia tertawa dan lansung menarik tanganku
"mau kemana?"tanyaku
"mau kemana lagi? tentu saja toko sepatu!"
"tapi ini jam kerja!"sergahku menghentikan langkahnya
"sebentar saja"ujarnya tak peduli,ia ttp menarik tanganku
"Jay!"aku agak berteriak
"apa sih?"Jay mulai tak sabar
"aku tak punya uang!"
Jay menghentikan langkahnya dan melepaskan tanganku
ia berbalik dan menatapku lembut
seolah ia berkata agar aku tenang saja
aku ingin sekali memeluknya waktu itu
namun wajah hankyung berpatroli dibenakku
aku hanya membalasnya dengan senyuman
jadi, aku menurut dan kami pun membeli sepatu
dan dia membelikanku sepatu yang benar-benar cantik
aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada sepatu itu
warnanya hitam dengan polkadot lembut berwarna warni
pink,biru muda,hijau muda dan kuning
style yang simple
namun sungguh, aku menyukainya sekali
kulihat harganya lalu tersenyum
"aku mau yang ini,Jay. Boleh kan?"ujarku
dia menggeleng
"ini kan sepatu murahan"bisiknya
aku agak kecewa mendengar ucapan Jay
dia terus memilihkanku sepatu dg harga yg lebih mahal
apa salahnya dg sepatu murahan?
kenapa harus cari yang mahal jika ada yang murah dan bagus?
namun aku tahu diri, bagaimana pun Jay yang membelikanku
akhirnya sampailah ia pada satu pilihan
sepatu yang benar-benar mewah
aku tak mungkin memakainya ke tempat kerja
sepatu ini lebih baik untuk pergi ke pesta
"tidak tidak,bukan ini yang kucari"ujarku
"percayalah,ini bagus sekali"kata Jay
"aku tahu ini bagus,tapi terlalu bagus"
"memangnya kenapa?"
"aku mencari sepatu santai,bukan sepatu pesta"
"itu bukan masalah"ujar Jay
ia tetap tersenyum
dan tanpa menunggu jawabanku
ia membelikan sepatu itu untukku
masalahnya bukan pada sepatu itu
sepatu warna putih dengan pita pink yang anggun
namun masalahnya adalah ketika Hankyung mendapatiku mengenakan sepatu itu
"dari Jay?"tanyanya
"iya,dia membelikanku sepatu ini"jawabku
kening Hankyung berkerut,terlihat sekali ia tak menyukainya
"kalau hanya sepatu,kamu bisa memintanya padaku kan?"
"aku tahu,tapi kamu tak ada saat itu,saat sepatuku yang lama rusak"jawabku
lalu dia menceramahiku mengenai cinta dan kasih sayang
ia merasa tak dihargai
aku tak mengerti mengapa dia jadi begini?
kenapa Hankyung dimataku tak lagi seperti dulu?
dia jadi sangat sensitif
dan aku tak suka
"aku tak mau kejadian seperti ini terulang lagi"ujar Hankyung diakhir pidatonya
aku hanya mengangguk pelan
aku jadi bosan,perlukah kuakhiri hubungan kami?
ah,jangan! aku masih menyayangi Hankyung!
kurasa ia hanya cemburu
nah,perkara terakhir adalah yang kemarin
ketika Hankyung yang ternyata sejak 2 hari yang lalu membuntutiku
melihat Jay memelukku dari belakang
lalu aku tertawa dan malah memeluknya juga
tapi percayalah! kami hanya bermain!
tak ada perasaan apa-apa diantara kami!
namun kurasa Hankyung tak dapat diam lagi
ia langsung datang menonjok Jay hingga hidungnya berdarah
saat ini kami sedang berkelahi
saling mengadukan argumen
"aku tahu kamu jatuh cinta pada Jay!"tegas Hankyung
"sudah kubilang kan,aku menganggap dia adikku!"
"aku dan kakakku saja tak pernah seperti kamu dan Jay!"
"tapi aku memperlakukan Jay sama seperti memperlakukan kakakku,kami seperti saudara,Kyung. Ini tak ada hubungannya dengan cinta"jelasku
"Tidak ada hubungannya dengan cinta? lalu bagaimana denganku? kekasihmu ini? apa kamu tdk mencintaiku lagi?"tanya Hankyung
aku menatap Hankyung dan terdiam,mencari kesungguhan diantara kata-katanya
"Aku tentu saja mencintaimu, bodoh"kataku bergetar
kini Hankyung yang terdiam, ia menatapku lekat-lekat
"kenapa kamu menanyakan hal itu,kyung? apa kamu pikir aku tdk mencintaimu lagi?"tanyaku, berusaha utk membuat pertahanan terhadap gemuruh di dada
"aku tau, aku bukan mempertanyakan itu"ujar Hankyung datar, tanpa emosi sedikit pun
aku memalingkan wajahku dari tatapan Hankyung, membendung cairan hangat dipelupuk mata
"aku bertanya, apakah cintamu itu terbagi? antara aku dan Jay?"tanyanya
"kalau iya,kenapa?"aku balik tanya,kali ini dengan suara yang lantang
"jangan dekati Jay lagi"kata Hankyung seraya menggenggam tanganku
aku melepaskan tangannya dan berkata
"jika itu artinya kamu akan membuatku menjauhinya,lebih baik kita akhiri saja hubungan tak berguna ini"
aku menatap bola mata Hankyung yang membesar ketika mendengar ucapanku
kemudian dia menghela nafas
kubiarkan air mata meleleh dipipiku
aku tidak mengusapnya sama sekali
"Heechul-ah,"ujar Hankyung"kamu bodoh sekali"
lalu ia mendekatkan tubuhnya ke arahku
bila aku tidak menggertaknya seperti ini
pertengkaran kami tak akan ada habisnya
tapi aku tau kami saling mencintai
dia tak mungkin berani memutuskan hubungan
Hankyung mengelus rambutnya dan membiarkanku menyender di pundaknya
tangisku mereda
lalu Hankyung merunduk agar sejajar dengan wajahku
senyumannya penuh rahasia
aku tak dapat menebak ekspresi saat ia mencium bibirku lembut
tanpa perlawan, kubiarkan ia melumat bibirku
menggigitnya dengan nakal
aku melingkarkan tanganku di pinggangnya
namun seketika ia melepaskan ciumannya dan menatapku serius
"jika menurutmu itu yang terbaik,kita memang harus mengakhiri hubungan ini"ujarnya
"kyung?"
"berjanjilah untuk tidak menangis lagi"bisik Hankyung pelan ditelingaku
"Hannie-ah! aku tidak.."
Hankyung pergi meninggalkanku
dengan langkah cepat ia sudah menghilang dari pandanganku
"Hankyung,"bisikku
air mataku mengalir lagi
"aku tadi tidak serius ingin memutuskan hubungan kita,kamu bodoh sekali
lebih bodoh dari aku"gumamku
Yah
jadi mulai hari ini
statusku single
rasanya sungguh berbeda
tak ada lagi deringan telepon dan sms
tak ada rayuan kuno yang membuatku tersenyum
panggilan manja itu "chulie-ah,pabbo ya"
aku kehilangan sesuatu yang hangat dalam mimpiku
Hankyung,kamu salah mengerti
haruskah kujelaskan dari awal?
si bodoh ini membuat hidupku tak tenang
aku tidak mau,ciuman kemarin itu menjadi ciuman terakhir kami
namun aku tetap harus pergi kerja dulu
pulang kerja,aku akan langsung menemui Hankyung
"annyeong Heechul-sshi!"sapa Jay seperti biasa
aku tersenyum dipaksakan
"wajahmu agak pucat,ada apa?"tanyanya
"anniyo"aku mengelak
"bohong kan? pasti ada apa-apa, masalah Hankyung lagi?"selidik Jay
"aku malas membicarakannya,Jay"kataku
"dia marah karena kemarin ya? mianhaeyo"
aku meletakkan tasku dan berhenti sejenak
"aku sudah putus dengan Hankyung"ujarku pada Jay
"mwo?!"
"kurasa dia memang agak keterlaluan akhir-akhir ini"
"ne,aku tdk tau harus senang atau sedih"
"tentu saja sanang! hidupku kini lebih bebas kan?" ujarku
Jay mengangguk lalu tersenyum padaku
walaupun aku berkata begini
sebenarnya dihati ini ada yang mengganjal
Mianhae Kyung~
tbc
Comments
Post a Comment
Write after you read>>