Letter AI- shiteru
from Anit to me:
11 Februari 2010
Aku tidak pernah merasa disusahkan. Aku senang jika Inas masih mau menyusahkanku. Dimana artinya dia masih membutuhkanku. Aku senang dibutuhkan oleh orang terdekatku. Terlebih ia pun sering membantuku. Benar-benar aku harus berterima kasih kepada Allah. Allah memberikanku teman-teman terbaik, mengesankan, tidak dapat dipercaya, pintar, anggun dan menyenangkan. Betapa genius temanku yang bernama Inas ini. Balon-balon ide bisa ramai memenuhi pikirannya. Apapun idenya, aku selalu suka dan langsung tertarik. Ya. Aku jatuh cinta dengan segala ide pikiran yang ia tumpahkan dalam secarik kertas yang disusun menjadi buku. Hampir semuanya berguna. Aku sangat suka memposting twitter berisi kutipan dari tulisan Inas. Ah diriku tak sepintar Inas berbahasa. Aku takut ia tak mengerti bahasaku. Memang bukan bahasa asing, tapi bahasa ku tidak seindah bahasanya. Bahasa nya tidak pernah menyinggung seseorang. Cepat balas suratku ya :)
from me to Anit:
28 Febuari 2010
Mianhae cingu. Aku terlambat lebih dari dua minggu membalas cintamu. Jika aku punya poti atau horta, pasti tanaman itu telah tumbuh selama jangka waktu itu. Dwita, dimana Lionel ku? Yaa, kamu juga sudah terlambat lebih dari dua minggu.
Aku tak tau mau membalas apa, tapi aku mau kamu tidak menangis. Karena aku tidak menangis dan aku juga sayang kamu. Kita berdua tau, Allah itu Maha Adil, Ia pasti telah menuliskan takdir kita agar kita dapat mengambil hikmahnya. Di dalam lemari yang kotor dan bau, seandainya kamu terkunci disana, aku tau disana ada cahaya walaupun gelap, cahaya itu berasal dari hatimu sendiri. Walaupun bukan malaikat, tapi aku percaya tiap manusia punya cahaya yang membuatnya hidup. Jangan menangis, karena tangisanmu itu akan memudarkan cahayamu. Kita berdua bersama, berpengan tangan dan percayalah cahaya itu akan semakin terang.
Thanks for everything^^
AI- Anit Inas
11 Februari 2010
Aku tidak pernah merasa disusahkan. Aku senang jika Inas masih mau menyusahkanku. Dimana artinya dia masih membutuhkanku. Aku senang dibutuhkan oleh orang terdekatku. Terlebih ia pun sering membantuku. Benar-benar aku harus berterima kasih kepada Allah. Allah memberikanku teman-teman terbaik, mengesankan, tidak dapat dipercaya, pintar, anggun dan menyenangkan. Betapa genius temanku yang bernama Inas ini. Balon-balon ide bisa ramai memenuhi pikirannya. Apapun idenya, aku selalu suka dan langsung tertarik. Ya. Aku jatuh cinta dengan segala ide pikiran yang ia tumpahkan dalam secarik kertas yang disusun menjadi buku. Hampir semuanya berguna. Aku sangat suka memposting twitter berisi kutipan dari tulisan Inas. Ah diriku tak sepintar Inas berbahasa. Aku takut ia tak mengerti bahasaku. Memang bukan bahasa asing, tapi bahasa ku tidak seindah bahasanya. Bahasa nya tidak pernah menyinggung seseorang. Cepat balas suratku ya :)
from me to Anit:
28 Febuari 2010
Mianhae cingu. Aku terlambat lebih dari dua minggu membalas cintamu. Jika aku punya poti atau horta, pasti tanaman itu telah tumbuh selama jangka waktu itu. Dwita, dimana Lionel ku? Yaa, kamu juga sudah terlambat lebih dari dua minggu.
Aku tak tau mau membalas apa, tapi aku mau kamu tidak menangis. Karena aku tidak menangis dan aku juga sayang kamu. Kita berdua tau, Allah itu Maha Adil, Ia pasti telah menuliskan takdir kita agar kita dapat mengambil hikmahnya. Di dalam lemari yang kotor dan bau, seandainya kamu terkunci disana, aku tau disana ada cahaya walaupun gelap, cahaya itu berasal dari hatimu sendiri. Walaupun bukan malaikat, tapi aku percaya tiap manusia punya cahaya yang membuatnya hidup. Jangan menangis, karena tangisanmu itu akan memudarkan cahayamu. Kita berdua bersama, berpengan tangan dan percayalah cahaya itu akan semakin terang.
Thanks for everything^^
AI- Anit Inas
Comments
Post a Comment
Write after you read>>